Tradisi Lamaran Pengantin Tionghoa

Wednesday, 11 February 2015 Wedding Tips

Masyarakat Tionghoa dikenal sebagai salah satu masyarakat yang begitu kental akan tradisi. Tradisi yang biasanya memiliki makna dibaliknya itu hingga saat ini masih banyak dipertahankan calon pengantin baru meskipun tak menutup mata bila beberapa di antaranya tergerus oleh perkembangan zaman. Nah salah satunya adalah tradisi pernikahan.

Sama seperti tradisi pernikahan adat lain, masyarakat Tionghoa (totok) di Indonesia memiliki tradisi pernikahan yang merupakan warisan dari para leluhur. Setiap tata caranya memiliki arti dan harapan masing- masing. Kalau berbicara mengenai tradisi pernikahan masyarakat Tionghoa totok, saat ini sudah banyak beberapa hal yang dimodifikasi dan tidak sesuai dengan aslinya. Ada beberapa faktor penyebab itu semua. Misalnya, western minded yang biasanya terjadi pada mereka yang bersekolah di luar negeri. Konsep simple yang tercipta acap kali membuat mereka menganggap bila tradisi tersebut terlalu berbelit- belit.

Dan atas nama menyesuaikan perkembangan zaman, tradisi pernikahan masyarakat Tionghoa pun kian dimodifikasi agar tetap bertahan dan terlestarikan. Nah berikut ini beberapa poin penting dalam setiap proses pernikahan Tionghoa yang secara garis besar berlaku bagi masyarakat Tionghoa totok yang berada di beberapa berbagai wilayah nusantara.

Lamaran

1. Merupakan pertemuan antar keluarga inti. Biasanya membicarakan rencana pernikahan secara garis besar.

2. Dilakukan saat kedua calon mempelai siap untuk berkomitmen melanjutkan hubungan ke jenjang rumah tangga.

3. Biasanya keluarga calon mempelai pria membawa beberapa bawaan seperti kue dan jeruk. Kue adalah lambang dari hubungan yang manis dengan harapan kedua keluarga memiliki hubungan manis selamanya. Sedangkan jeruk adalah lambang dari kemakmuran.

4. Terkadang dilakukan juga penentuan tanggal pernikahan.

5. Apabila masih melihat tanggal baik untuk melangsungkan pernikahan, biasanya dihitung dari berbagai faktor, salah satunya dilihat dari shio kedua calon pengantin.

6. Secara umum, berdasarkan perhitungan Chinese, bulan baik berlangsung pada bulan September hingga awal bulan Februari kalender masehi. Sedangkan tanggal yang kurang bagus bagi calon pengantin baru pada umumnya terjadi pada bulan April dan Juli kalender masehi. (MW)

Artikel Terkait